Keluaran 3 : 1 – 15
Aku adalah Aku: Kemuliaan Allah Membebaskan Hidupmu

Musa tidak sedang mencari Tuhan ketika semak itu menyala. Ia hanya menjalani hari-hari biasa sebagai gembala, di padang gurun yang sunyi. Namun justru di ruang keseharian yang tampak berulang itu Tuhan memanggil. Banyak orang mengira kemuliaan Allah hadir dalam peristiwa besar. Padahal sering kali Ia menyentuh kita melalui ruang keseharian kita: kelelahan yang kita rasakan, pergumulan yang kita pendam, atau rasa tidak mampu yang kita sembunyikan. Di sanalah Tuhan menyatakan diri-Nya. Ketika Ia berfirman, “Aku adalah Aku,” itu berarti Allah hadir bukan karena keadaan kita, tetapi karena sifat-Nya yang setia. Kemuliaan Allah bukan sekadar cahaya surgawi, tetapi kesediaan-Nya turun tangan membebaskan manusia dari penindasan dan tekanan hidup. Jika hari ini hidup terasa berat, ingatlah: Allah yang memanggil Musa adalah Allah yang memanggil kita. Ia mendengar, Ia peduli, Ia bertindak. Ia mengutus kita membebaskan kehidupan orang lain pula dari berbagai belenggu yang membuatnya tidak dapat menikmati kehidupan ini secara baik dan berkualitas. Ketika Allah mengutus, Ia menyertai.
Doa : Tuhan, Hadirlah dan Tolonglah Kami, Amin


Tinggalkan komentar